Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

Proposal Pembangunan Masjid Al Muttaqin di Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam

Proposal Pembangunan Masjid Al Muttaqin di Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan hormat,

Innalhamda lillah. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sholawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan tak lupa do’a semoga Bapak / Ibu dalam keadaan sehat wal afiat, serta sukses dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Amin.

Sehubungan dengan adanya kegiatan pembangunan Masjid Al Muttaqin di Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam, yang sesuai perencanaan awal Insya Allah membutuhkan dana sebesar Rp 1.555.992.500,- (Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan rincian dana terlampir, untuk itu kami dari Panitia Pembangunan Masjid Al Muttaqin mengharapkan kepada Bapak / Ibu, kaum muslimin / muslimat untuk ikut serta berpartisipasi dalam mengembangkan dakwah dan syiar Islam melalui penggalangan dana untuk pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai amal jariyah kita bersama.

Demikian surat permohonan bantuan dana ini kami sampaikan sebagai acuan, semoga cepat terealisasinya Pembangunan Masjid Al Muttaqin sampai tahap sempurna. Atas segala perhatian, pertimbangan serta bantuan Bapak/Ibu kami menghaturkan ribuan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Hormat kami,

Panitia Pembangunan Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya – Trans Barelang – Batam,

Ketua

M. Ismu Torik

MUKADIMAH

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memohon pertolongan-Nya dan ampunan serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan. Barangsiapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada sesuatu pula yang mampu menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang benar untuk diibadahi selain Allah saja, tiada ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim Medio Raya dan dalam rangka kebutuhan pembangunan Masjid Al Muttaqin, kami selaku pengurus mengajak Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk membantu baik dari segi materil maupun non materil demi terbangunnya Masjid Al Muttaqin di Perumahan Medio Raya – Tembesi – Batam.

Bersama ini kami sampaikan proposal singkat ke hadapan Bapak dan Ibu, dengan maksud sebagai media untuk menjelaskan rencana pembangunan Masjid Al Muttaqin di Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam. Tentunya kami berharap, partisipasi nyata berupa dukungan moril dan materiil, sebagai salah satu amal jariyah bagi Bapak dan Ibu. Kami berdo’a, semoga keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi jalan menuju ketaqwaan dan Insya Allah Bapak dan Ibu termasuk golongan orang-orang yang sesuai dengan hadits Nabi yaitu: orang-orang yang akan dibangunkan sebuah istana di surga-Nya Allah, karena telah membangun rumah Allah di muka bumi ini. Amiin Yaa Rabbal’alamin.

Billahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



A. WAKTU DAN TEMPAT PEMBANGUNAN MASJID

Dengan rahmat dan hidayah dari Allah SWT, InsyaAllah pelaksanaan kegiatan pembangunan Masjid Al Muttaqin di Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam sudah mulai dilaksanakan pada Hari Ahad (Minggu), Tanggal 25 Juli 2010 bertepatan dengan tanggal 13 Sya'ban 1431 H.

Alhamdulillah dengan swadaya masyarakat muslim Medio Raya, saat ini sudah berhasil terbangun bangunan seluas 9m x 6m yang digunakan sebagai bangunan masjid sementara sekaligus sebagai ruang TPQ dan ruang serbaguna masyarakat muslim perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam.

Sedangkan untuk pembangunan Masjid Al Muttaqin masih dalam tahap awal pembangunan dengan mengharap bantuan donasi / infak / sedekah / hibah dari masyarakat muslim dan dari berbagai instansi di kota Batam dan kota lainnya yang sistemnya tidak mengikat.

B. LEGALITAS Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya - Batam

1. Surat Rekomendasi Pendirian Mesjid dari Kelurahan Tembesi – Kecamatan Sagulung – Kota Batam

Nomor : 072 / TBS-11.001/VII/2012

Tanggal : 02 Juli 2012

2. Akta Notaris YAYASAN “AL-MUTTAQIN MEDIO RAYA BATAM”

Akta Pendirian : No.12

Tanggal : 26 Juni 2012

Notaris : DIDIK PONCO SULISTYONO, SH., M.Kn.

3. SK Menkumham : AHU-243.AH.02.01.TAHUN 2011

Tanggal : 13 April 2011

C. SEKRETARIAT

Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi - Kecamatan Sagulung Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434) Hp. +6281377744845 Fax +62778 – 391515 Email : masjid.almuttaqin@ymail.com

http://masjidbatam.blogspot.com/

Gambar bangunan Masjid Sementara dengan ukuran 9m x 6m yang digunakan sebagai Bangunan Masjid Sementara sekaligus sebagai ruang TPQ dan ruang serbaguna masyarakat muslim perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam.

Gambar Tanah Kosong di Samping Bangunan Masjid Sementara, Lokasi Tempat Akan dibangunnya Masjid Al Muttaqin Dengan ukuran keseluruhan tanah 40m x 22m .

D. PETA LOKASI MASJID AL MUTTAQIN

Perumahan Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434)




E. PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL MUTTAQIN

Dewan Pembina & Penasihat

Bpk. Hanif Tarmizi

Ketua

Bpk.M. Ismu Torik

Wakil Ketua

Bpk. Afrizal

Sekretaris

I. Bpk. Heri Ruswanto

II. Bpk. Julhadi

Bendahara

I. Bpk. Hardin

II. Bpk. Ali

Bidang Tabligh & Taklim

Bpk. Safei

Bpk. Dawam

Bidang Tarbiyah & Dauroh

Bpk. Nanang

Bpk. Joko

Bidang Sosial & Ekonomi

Bpk. Suyitno

Bpk. Sungkono

Bpk. Riyadi

Bidang Informasi & Komunikasi

Bpk. P.Vini

Bpk. Sutrisno

Bidang Khusus PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

Bpk. Karyanto

Bpk. Sukamto

Bidang Khusus Pembangunan Masjid

Bpk. Imam Sanyoso

Bpk. Adlin



F. SUMBER DANA DAN RENCANA ANGGARAN

Biaya pembangunan Masjid Al Muttaqin bersumber dari donasi / infak / sedekah / hibah dari masyarakat muslim dan dari berbagai instansi di kota Batam dan kota lainnya yang sistemnya tidak mengikat, antara lain:

1. Umat Muslim Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Batam.

2. Dermawan / Dermawati.

3. Instansi-instansi pemerintah.

4. Organisasi Sosial Masyarakat.

5. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

6. Ormas Islam.

7. dan lain-lain.

Estimasi anggaran biaya pembangunan masjid Al Muttaqin diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp 1.555.992.500,- (Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah).

Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Masjid Al Muttaqin

GAMBAR TAMPAK DEPAN (Draft Gambar Masjid Al Muttaqin)

GAMBAR TAMPAK SAMPING (Draft Gambar Masjid Al Muttaqin)

GAMBAR DENAH PEMBALOKAN LANTAI 1 (Draft Gambar Masjid Al Muttaqin)

GAMBAR DENAH LANTAI 2 (Draft Gambar Masjid Al Muttaqin)

H. PENUTUP

Demikian proposal pembangunan Masjid Muttaqin ini disampaikan dengan harapan semoga terwujudnya Masjid Al-Muttaqin dapat menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Alloh SWT bagi umat Islam, khususnya bagi warga muslim Komplek Perumahan Medio Raya – Tembesi – Trans Barelang – Kota Batam dan masyarakat sekitarnya. Peran dan partisipasi dari semua pihak sangat diharapkan agar rencana dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar. Akhirnya, semoga amal ibadah kita dapat diterima Alloh SWT. Amien.

Dengan mengharapkan Karunia dan Rahmat ALLAH SWT., serta bertawasul kepada sang Nabi Penutup, Rasulullah SAW., beserta ahli baitnya As., Kami mengetuk hati para Dermawan Muslimin dan Muslimat, untuk turut membantu Pembangunan Masjid Al Muttaqin. Semoga kemurahan hati & keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi jalan menuju ketaqwaan, mendapat ridho-Nya serta mendapat balasan pahala yang berlipat dari ALLAH SWT., Amin Yaa Robbal ' Alamin

Terima kasih. Jazakumullahu khairon katsiro.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Hormat kami,

Panitia Pembangunan Masjid Al Muttaqin
Perumahan Medio Raya – Trans Barelang - Batam

Ketua

M. Ismu Torik


Masjid Raya Batam, Masjid Agung Batam, Masjid Batam, Batam Mosque, Batam, Barelang, Tembesi, Sagulung, Kepri, Kepulauan Riau, Moslem, Islam, Zakat, Infak, Sedekah, Shodaqoh, Sumbangan, Proposal, Pembangunan, Masjid Batam

Kamis, 17 November 2011

Islam di Indonesia

Islam di Indonesia



Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Download GRATIS Panduan Ekslusif Bagaimana Seorang Pengangguran Hasilkan $22,000 Dalam 2 Bulan

peluang usaha

Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal

Investasi Logam Mulia

JADI JUTAWAN SEJATI Your Internet Cash Generator, Membangun Web Portal instan, mudah dan siap pakai, tanpa perlu keahliah program website




SolusInvest.com



Bisnis 100% Tanpa Modal


Dapatkan laptop hanya dengan 99ribu rupiah





Hosting Indonesia

Get Free Traffic




Liberty Reserve account number: U0949212

Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com



ISLAM DI INDONESIA


Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.


Sejarah masuknya Islam

Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)

Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.

Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.

Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.

Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.

Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).


Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.

Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.


Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.

Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.

Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.


Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.

Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia

Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.

Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.

Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia

Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.

Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.

Catatan dan referensi
1. Masukanya Islam di Indonesia, situs Kedung Peziarah
2. Prof Dr HAMKA. Sejarah Umat Islam.
3. H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979.
4. “Mustafa Kamal, SS, Sejarah Islam di Indonesia” Dakwatuna.com. Diakses pada 4 Januari 2009.
5. Ricklefs, M.C. (7 November 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 353-356.
6. Pengaruh Arsitektur Peradaban Islam di Indonesia, situs Era Muslim
7. Lembaga Ta’Mir Masjid Indonesia
8. Gerakan Memakmurkan Masjid, Institut Manajemen Masjid
9. Nurun Maksuni, Pesantren dalam wajah Islam Indonesia, nusyria.Net:2007

Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia


Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/

personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,

islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam,